Langsung ke konten utama

Penanganan Bayi Prematur



 

Halo teman teman onlineku.. Selamat datang di blog aku😊

Aku mau cerita/berbagi informasi dan pengalaman tentang gimana sih merawat bayi prematur setelah lulus dari NICU dan ruang rawat bayi di rumah sakit.

Merawat bayi prematur mungkin agak berbeda ya bund dibanding dengan bayi lahir normal. Disini akan ada rasa was was dan butuh mental, tenaga serta waktu yang ekstra.

Berikut aku kasih tips untuk merawat bayi prematur.

Pertama, selalu usahakan full ASI untuk minumnya. Karena ASI mengandung antibodi yang dibutuhkan banget buat bayi prematur. Jika kamu ga bisa kasih ASImu sendiri, cari ASI donor. Haram untuk kasih formula sebelum 6 bulan, ini dari pengalamanku yak. Apalagi saat bayi masih dirawat di rumah sakit, wajib banget full ASI.

Kedua, wajib susuin bayi tiap 2 jam. Bayi prematur akan lebih sering tidur dibanding dengan bayi normal maka dari itu tiap 2 jam kita harus bangunin si bayi. Meskipun aku tau bakal ga tega😢. Bayi prematur mungkin agak susah ngenyot atau belum kuat ngenyot kalau langsung minum payudara ya..bisa disiasati dengan susu perahnya disendokin atau dengan cup feeder. Atau bisa juga dengan dot. Dot bisa merangsang kekuatan mulutnya untuk mengenyot tapi perlu diingat pemberian dot jangan lama-lama ya, karna bisa menyebabkan bingung puting. Pemberian dot cukup sampai dia kuat untuk mengenyot.

Ketiga, jangan sampai bayi bertemu atau dijenguk dengan orang luar rumah sampai ia punya daya tahan tubuh yang dirasa sudah kuat. Mungkin di 3 bulan keatas baru bisa dikenalkan dengan dunia luar. Selalu gunakan masker saat di dekat si kecil untuk mencegah tertularnya penyakit ke bayi (meskipun kita merasa dalam keadaan sehat) terutama di usia 0 sampai 2 bulannya.

Keempat, cek berkala perkembangannya ke dokter. Bayi prematur adalah bayi yang belum matang perkembangannya. Seharusnya ia masih di kandungan untuk menyempurnakan tubuhnya, tetapi sudah keburu lahir sehingga banyak yang belum sempurna/bagian tubuhnya belum siap. Meskipun bayi sudah lulus dari NICU, kita harus cek perkembangannya ke dokter anak, cek mata di dokter mata, dan cek pendengaran di dokter THT itu yang wajib. Belum lagi semisal masih ada kebelum sempurnaan organ tubuh yang lain, kita juga harus rajin check up in anak kita.

Kelima, jangan khawatir jika bayi prematur lebih lambat perkembangannya dibanding dengan bayi normal. Karena bayi prematur selalu ada usia koreksi. Usia koreksi ini selalu dipakai hingga si bayi berusia 2 tahun.

Nah, jadi itu diantaranya hal yang harus diperhatikan ketika kamu memiliki bayi prematur. Semoga bisa menjadi informasi dan pengetahuan buat kamu.

Terimakasih sudah berkunjung ke blog aku. Baca juga postingan aku yang lainnya ya..

See yaa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalamanku tentang Adenomyosis dan Suntik Tapros

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3432542509829492"      crossorigin="anonymous"></script>   Lanjutan: Pengalamanku tentang Kista Endometriosis...   10 April 2018 Saat itu aku masih merasakan nyeri sakit di perutku, karena pengobatan dari RSI sudah selesai dan tidak ada penanganan lanjut, maka aku dibawa oleh mama aku ke rumah sakit RSUP Sardjito di Jogja. Aku pergi ke rumah sakit saat aku sakit di hari ke 5. Di sana, poli Obsgyn atau kandungan ternyata ada beberapa jurusan. Aku masuk di ruangan Endokrinologi atau ilmu yang mempelajari hormon di kandungan. Tiba giliran aku untuk masuk ruang periksa. Di ruangan itu aku diwawancarai tentang penyakitku. ditanyain detail sekali, dari saya mens umur berapa, mulai sakit kapan, dan sebagainya. Kemudian dokter menanyaiku “sudah ada rencana untuk menikah?” jika sudah maupun belum, keduanya mendapatkan perlakuan pengobatan yang berbed...

Pengalamanku tentang Kista Endometriosis

Hai nama aku Utha, disini aku akan berbagi pengalamanku tentang kista. Di pemeriksaan awal, kista yang aku derita adalah kista endometriosis. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari keturunan genetika hingga stress . *Kista Endometriosis yaitu sebuah jaringan baru berisi darah yang terbentuk karena ketidak tuntasan darah keluar saat menstruasi. Letaknya di luar rahim. (Sumber: dr. Obsgyn RSI Klaten)  Awal mula aku ga tau pasti kapan aku terkena kista, karena aku tidak langsung merasakan sakit. Entah kapan, yang jelas setelah aku bekerja. Seiring berjalannya waktu aku merasakan hal aneh diperutku. Rasanya seperti diare tapi susah untuk BAB (Buang Air Besar). Sekalinya BAB pasti yang keluar cair. Aku berfikir, oh mungkin karena aku habis makan makanan pedas. Kejadian seperti itu berlangsung mungkin hingga satu minggu lamanya. Berbulan-bulan aku merasakan ga nyaman di perutku, perutku bagian bawah terasa nyeri. Sampai aku menyadari aku selalu merasakan sakit ini tiap bulan da...

Aku Punya Miom dan Aku Bisa Hamil!

Hai guys..gimana kabar kalian? Semoga sehat terus ya!😊 Mau ngelanjutin cerita pengalamanku yang kemarin nih. Yang belum baca, baca dulu ya postingan blogku sebelum ini. Lanjuut.... Jadi setelah aku pengobatan hormonal (visanne & tapros) tak kunjung mereda sakitnya, dokter langsung memutuskan untuk laparoskopi. Ukuran terakhir miomku saat itu sekitar 3cm, sudah berkurang dari yang dulu. Tapi sakitnya masih waw banget, masih sama seperti yang sebelumnya. Aku dijadwalkan laparoskopi bulan Maret 2020. Empat bulan setelah dari jadwal periksa. Jadi aku diputuskan oleh dokter untuk laparoskopi waktu bulan November 2019. Awalnya aku oke aja ya, menata mental untuk operasi besok Maret. Lama-lama makin deket bulan Maret kok aku jadi ketakutan. Takutnya bukan pembedahannya ya. Tapi takut setelah operasi susah buat hamil, soalnya udah ada sayatan kan. Terus lebih seremnya kalo ternyata harus diangkat rahimnya gimana coba. Mana belom pernah punya anak😭 sedih banget. Jadi ceritanya Oktober 201...