Langsung ke konten utama

Bagaimana Rasanya Sakit Miom

Haaii teman-teman onlinekuu..

Yang penasaran gimana sih sakitnya kalau ada miom itu..?

Daan aku juga baru tau setelah melahirkan ini, ternyataa rasanya kaya mau melahirkan! Mungkin temen temen yang sudah pernah melahirkan, akan tau rasanya ya sakit melahirkan itu seperti apa. Nah rasanya persis seperti mau melahirkan dibukaan 8! Tapi bagi temen temen yang belum tahu rasanya melahirkan, aku kasih tau ciri cirinya yang aku alami.

Sebelumnya aku kebingungan banget deskripsikan sakitnya (waktu sebelum melahirkan ya) karna sekujur badan tu rasanya gaenak lemes semua. 

Ciri ciri yang aku alami yaitu pertama, sakit nyeri di perut bawah seperti lagi mens gitu, sampai ke dubur sehingga rasanya seperti mau BAB juga tapi ga bisa keluar. Aku gatau ya yang rasanya seperti mau BAB ini cuma dirasakan oleh aku atau yang lain juga. Karena dari segi posisi, miomku ada di uterus atau di tempat tumbuhnya bayi dan terletak di belakang. Karena letaknya di belakang, miom ini mendesak bagian usus sehingga ada rasa ingin buang air besar.

Lalu yang kedua, saking nyerinya di bagian perut dan ga bisa keluarin saat BAB, aku sampai muntah-muntah.

Yang ketiga, saking harus menahan sakit yang luar biasa ini, ga jarang aku sampai keringat dingin dan lemes.

Yang bisa aku lakuin saat seperti ini ya hanya bolak balik WC dan tiduran. Tidurpun ga bisa tidur terlentang dengan enaknya, tapi sambil meringkuk bahkan tidur sambil duduk.

Sakit seperti ini berlangsung ga cuma sehari ya, tapi selama 1 minggu/lebih sebelum tiba hari keluar menstruasi. Kalau diskala 1 sampai 10, rasa sakitnya di angka 8 menurutku. Tetapi kalau sudah keluar mens aku udah ga ngerasain sakit seperti tadi. Kalau mens aku hanya merasakan nyeri yang ringan seperti biasa.

Oke, seperti itu ciri ciri yang aku alami saat sakit miom. Terimakasih sudah membaca blogku ini. Baca juga postinganku sebelum dan sesudah postingan ini yaa. Salam sehat untuk semua..

Byee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalamanku tentang Adenomyosis dan Suntik Tapros

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3432542509829492"      crossorigin="anonymous"></script>   Lanjutan: Pengalamanku tentang Kista Endometriosis...   10 April 2018 Saat itu aku masih merasakan nyeri sakit di perutku, karena pengobatan dari RSI sudah selesai dan tidak ada penanganan lanjut, maka aku dibawa oleh mama aku ke rumah sakit RSUP Sardjito di Jogja. Aku pergi ke rumah sakit saat aku sakit di hari ke 5. Di sana, poli Obsgyn atau kandungan ternyata ada beberapa jurusan. Aku masuk di ruangan Endokrinologi atau ilmu yang mempelajari hormon di kandungan. Tiba giliran aku untuk masuk ruang periksa. Di ruangan itu aku diwawancarai tentang penyakitku. ditanyain detail sekali, dari saya mens umur berapa, mulai sakit kapan, dan sebagainya. Kemudian dokter menanyaiku “sudah ada rencana untuk menikah?” jika sudah maupun belum, keduanya mendapatkan perlakuan pengobatan yang berbed...

Pengalamanku tentang Kista Endometriosis

Hai nama aku Utha, disini aku akan berbagi pengalamanku tentang kista. Di pemeriksaan awal, kista yang aku derita adalah kista endometriosis. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dari keturunan genetika hingga stress . *Kista Endometriosis yaitu sebuah jaringan baru berisi darah yang terbentuk karena ketidak tuntasan darah keluar saat menstruasi. Letaknya di luar rahim. (Sumber: dr. Obsgyn RSI Klaten)  Awal mula aku ga tau pasti kapan aku terkena kista, karena aku tidak langsung merasakan sakit. Entah kapan, yang jelas setelah aku bekerja. Seiring berjalannya waktu aku merasakan hal aneh diperutku. Rasanya seperti diare tapi susah untuk BAB (Buang Air Besar). Sekalinya BAB pasti yang keluar cair. Aku berfikir, oh mungkin karena aku habis makan makanan pedas. Kejadian seperti itu berlangsung mungkin hingga satu minggu lamanya. Berbulan-bulan aku merasakan ga nyaman di perutku, perutku bagian bawah terasa nyeri. Sampai aku menyadari aku selalu merasakan sakit ini tiap bulan da...

Aku Punya Miom dan Aku Bisa Hamil!

Hai guys..gimana kabar kalian? Semoga sehat terus ya!😊 Mau ngelanjutin cerita pengalamanku yang kemarin nih. Yang belum baca, baca dulu ya postingan blogku sebelum ini. Lanjuut.... Jadi setelah aku pengobatan hormonal (visanne & tapros) tak kunjung mereda sakitnya, dokter langsung memutuskan untuk laparoskopi. Ukuran terakhir miomku saat itu sekitar 3cm, sudah berkurang dari yang dulu. Tapi sakitnya masih waw banget, masih sama seperti yang sebelumnya. Aku dijadwalkan laparoskopi bulan Maret 2020. Empat bulan setelah dari jadwal periksa. Jadi aku diputuskan oleh dokter untuk laparoskopi waktu bulan November 2019. Awalnya aku oke aja ya, menata mental untuk operasi besok Maret. Lama-lama makin deket bulan Maret kok aku jadi ketakutan. Takutnya bukan pembedahannya ya. Tapi takut setelah operasi susah buat hamil, soalnya udah ada sayatan kan. Terus lebih seremnya kalo ternyata harus diangkat rahimnya gimana coba. Mana belom pernah punya anak😭 sedih banget. Jadi ceritanya Oktober 201...